Pemrograman Modul Python
Dalam pemrograman, terkadang kita perlu menggunakan ulang kode-kode program yang pernah kita tulis sebelumnya. Hal tersebut tentu akan sangat merepotkan apabila setiap ingin menggunakan fungsi yang telah dibuat, Anda harus menulis ulang. Oleh karena itulah, diperlukan modul.Bagi Anda yang bekerja di lingkungan interpreter Python, semua fungsi yang ditulis akan hilang begitu saja sewaktu Anda keluar dari interpreter. Untuk menghindarinya, sebaiknya Anda menyimpan fungsi-fungsi yang telah Anda buat dalam sebuah file modul.Apa itu modul? Di dalam Python, fungsi-fungsi built-in atau fungsi yang kita import disimpan dalam file eksternal yang disebut modul. Sebuah modul adalah sebuah file yang berisi kumpulan fungsi-fungsi dan instruksiinstruksi program Python. Modul ini biasa disimpan dalam extension .py. Selanjutnya, modul-modul ini dapat kita pakai berulangulang dalam pembuatan aplikasi dengan memanggil fungsi import nama_modul. Dengan demikian, Anda akan menghemat waktu dalam pembuatan aplikasi tanpa harus menulis ulang fungsi-fungsi yang telah Anda buat sebelumnya. Pada saat Anda memanggil interpreter Python, sebenarnya Python sendiri telah meng-import modul __builtins__. Anda dapat melihatnya dengan perintah dir(). Perintah dir(objek) akan menampilkan semua atribut dan fungsi yang terdapat dalam sebuah objek (dalam hal ini objek modul).
Sumber: InfoLinux 05/2004
DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF): DOWNLOAD SOFTWARE PENDUKUNG: ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:- Python untuk Internet
- Python dan MySQL
- Pemrograman Multiplatform dengan WxWindows
- Dasar Pemrograman Jaringan dengan Python
- PHP-GTK
- Cepat Mahir Python
- Prosedur dan Fungsi di Turbo Pascal
- Cepat Mahir Visual Basic .NET
- Pengenalan Linux
- Python dan wxPython

Comments (No comments)
What do you think?