Di Persimpangan Jalan Masa Depan TI
Hari-hari ini, anak pertama saya Madhava, yang baru berusia 8 bulan sedang berusaha berdiri di kakinya sendiri. Dengan tertatih-tatih dia mencoba berdiri, kadang jatuh kesakitan menangis. Tapi, dia tetap berusaha berdiri. Kadang kalau sudah capek dia minta gendong. Tentu saja mungkin dia berpikir buat apa susah-susah belajar berdiri sendiri. Tapi bila melihat orang lain berdiri dia menjadi semangat untuk mencoba berdiri. Dengan bisa berdiri, dia bisa berjalan keluar, berlari, dan lain sebagainya, ketimbang hanya digendong ke sana-sini.
Hal itu tidak bedanya dengan proses pengadopsian penggunaan open source sebagai kebijakan resmi di suatu negara. Ini secara tidak langsung terkait dengan itikad kemandirian di negara tersebut terhadap usaha memenuhi kebutuhan peranti lunaknya. Keputusan pemilihan penggunaan open source bukan sekadar memilih produk distro mana, Red Hat, SuSE, Mandrake, atau lainnya. Tetapi lebih dari itu, kita memiliki kebebasan dan kemandirian untuk menentukan apa yang dapat memenuhi kebutuhan kita. Bila perlu kita pilih distro dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Akan lebih baik lagi bila perusahaan TI lokal berbasiskan open source yang besar, ketimbang Red Hat, SuSE atau perusahaan asing lainnya yang besar itu yang menjadi jaminan produk open source.
Sumber: InfoLinux 12/2003
DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF): DOWNLOAD SOFTWARE PENDUKUNG: ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:- Main Wolfenstein 3-D di Linux dengan DOSEMU
- Masa Depan Sekuriti Informasi
- Linux Sistem Operasi Masa Depan
- Membuat Petunjuk Jalan Dengan Photoshop
- GNOME dari A sampai Z
- Fragging Quake 3 Arena !
- Jalan Pintas Membuka Program Aplikasi
- Miskin Kok Boros!
- Menyimpan BitMap ke Database dengan ADO.NET
- Tips C++: Penggunaan Template

Comments (No comments)
What do you think?