Mozart, tapi Bukan Musik atau Cokelat
Nama Mozart selalu dikaitkan dengan nama pemusik klasik. Karyanya saat ini populer di kalangan ibu-ibu hamil, karena diyakini dapat menaikkan IQ si jabang bayi atau anak, kalau diperdengarkan musik karya Mozart ini ke anak-anak tersebut. Nama Mozart juga terkait dengan satu jenis cokelat yang disebut Mozart Kugel (bola Mozart), cokelat yang di dalamnya ada marzipan. Saya tidak tahu kenapa membawa nama Mozart di cokelat ini, yang populer di daerah Jerman-Austria. Tapi kali ini kita tak membicarakan kedua Mozart itu, tapi Mozart yang terkait Mozart Programming System [http://www.mozart-oz.org]. Lingkungan pemrograman ini memang belum populer di Indonesia atau malah tidak pernah didengar. Saat ini, bahasa pemrograman tetap berkembang terus. Ada dua bahasa pemrograman yang makin populer di Indonesia, Java, yang sering disebut-sebut bahasa klas enterprise, dan pesaingnya, C#. Lazimnya pecinta tren, maka programer di Indonesia banyak yang sangat ngebet belajar bahasa pemrograman yang trendi itu, tetapi sedikit mengetahui bahasa lainnya. Bahasa seperti Ada, Smalltalk, Oberon kurang dikenal, termasuk oleh para mahasiswa bidang komputer, apalagi bahasa Haskel, Dylan, Eiffel, dan Mercury.
Sumber: InfoLinux 04/2005
DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF): DOWNLOAD SOFTWARE PENDUKUNG: ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:- Menjadikan KDE Lebih Indah!
- Sebuah Pemikiran Harga Musik Digital
- Menambahkan Kemampuan Plugin ke dalam Kode Anda
- Hacking Webpages-UNIX
- Linux pada Desktop Anda: Multimedia
- Statistik Lagu XMMS
- IGOS Terseok-seok, Pantas Saja BBM Naik
- Vim bukan sekedar text editor
- Komputer 10 GHz
- Mengenal Software P2P

Comments (No comments)
What do you think?