Akademisi Tak Perlu Rebutan Pepesan Kosong
Setelah kunjungan Presiden SBY ke markas Bill Gates, terdengar berita bahwa Microsoft ingin membuka pusat riset di Indonesia. Terbangkitkan lah keriuh-rendahan, baik di kalangan media, industri, ataupun akademisi. Ramainya mirip-mirip orang rebutan pepesan kosong. Pusat riset yang bagaimana yang ingin dibangun belumlah jelas, orang sudah mulai ngiler dengan cipratan dana proyeknya.
Banyak pihak yang merasa takut mendukung gerakan berbau open source, karena khawatir tidak kecipratan proyek Pusat Riset Microsoft. Apalagi banyak orang merasa bangga bahwa Indonesia dilirik perusahaan sekaliber Microsoft sebagai lokasi pusat riset. Banyak yang lupa bahwa Microsoft bersedia melakukan hal itu karena pangsa pasar yang besar yang dapat diraihnya, bila pengguna Indonesia terkunci (lock in) di dalam produknya. Situasi dunia akademisi Indonesia bidang TI yang kekurangan visi menjadi santapan manis strategi iming-iming. Bisakah kita mandiri untuk membangun pusat riset bidang ICT di Indonesia?
Sumber: InfoLinux 09/2005
DOWNLOAD ARTIKEL LENGKAP (PDF): DOWNLOAD SOFTWARE PENDUKUNG: ARTIKEL YANG BERHUBUNGAN:- Pascal di Linux
- Sebuah Pemikiran Harga Musik Digital
- Membuat Studio Rekaman Sendiri
- Linux Lycoris Desktop/LX
- Tips Membuat Polling lewat PHP tanpa MySQL
- Membangun IP PBX dengan Asterisk (I)
- Manajemen IP Address
- Keunikan Nilai Null dalam Database Relasional
- Download IOS menggunakan Xmodem dan TFTPDNLD
- SMS Gateway Menggunakan Gammu

Comments (No comments)
What do you think?